UPAYA MENGUATKAN INTEGRITAS, KPPN LIWA GELAR PENGAJIAN RUTIN BULANAN

Lampung Barat, kppnliwa.org – Bertempat di Aula Integritas, Pada hari Rabu (27/3) KPPN Liwa mengadakan Siraman Rohani Islam dengan Tema “Integritas dalam Perpeksi Islam” yang disampaikan oleh K.H Muhammad Taufik, Pemimpin Pondok Pesantren Miftahul Ulum-Liwa. Acara tersebut dihadiri oleh Seluruh Pegawai dan PPNPN Muslim KPPN Liwa. Dalam sambutannya Kepala KPPN Liwa, Dani Ramdani, menyampaikan bahwa tugas KPPN adalah melayani masyarakat, khususnya satuan-satuan kerja instansi pemerintah dalam penyaluran dana APBN. Pemilihan tema dilakukan untuk memperkokoh integritas Punggawa KPPN Liwa dalam plaksanaan tugas penyaluran dana APBN. Selama ini telah ditanamkan nilai-nilai integritas kepada para pegawai sebagaimana telah diatur dalam Nilai-Niali Kementerian Keuangan . Namun demikian, dipandang perlu pula bagaimana nilai-nilai integritas yang sejalan dengan tuntunan agama Islam dan keteladanan Rasulullah SAW. Oleh karea itu, diharapkan dengan tema pengajian kali ini dapat memperkokoh penguatan nilai-nilai integritas dalam diri setiap pegawai.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni pemberian tausyiah oleh K.H Muhammad Taufik. Dalam tausyiahnya, K.H Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pada dasarnya setiap manusia merupakan makhluk yang baik, akan tetapi kebaikan seseorang itu ditentukan oleh hatinya. Apabila hatinya baik, maka akan baik pula orang tersebut. Ibarat teko yang bisa diisi, segala yang keluar dari teko akan bergantung dari yang dimasukan ke dalam teko tersebut. Bila teko diisi dengan susu maka yang keluar pun susu. Dan sebaliknya Bila teko diisi air kotor maka yang keluar pun air kotor. Hati manusia pun demikian bila seseorang senantiasa mengisi waktunya dengan hal-hal yang baik maka kebaikan akan mendatangi orang tersebut. Dalam bekerja pun demikian, sebagai pelayan masyarakat sudah sepatutnya untuk selalu melayani dengan hati yang ikhlas agar apapun yang dilaksanan Allah akan meridhoi-Nya, tentu dalam konteks pekerjaan yang baik dan halal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hadist berikut : “Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (H.R Ahmad, Ath- Thabrani). Jangan sampai jika bekerja tidak ikhlas, apalagi dengan melakukan sogok menyogok. Tidak hanya dirugikan di dunia dengan tertangkap OTT, tapi di akhirat juga Allah akan melaknat orang – orang yang melakukan sogok menyogok.

Dasari apapun yang kita lakukan dengan keikhlasan, kemudian jadikan keistikomahan. Karena dengan ikhlas kita bisa mendapat keberkahan dari Allah SWT dan kebaikan yang kita dapat pun akan bertambah bahkan surga sebagai imbalannya. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat al- qur’an berikut: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S Yunus/10:26). Lebih lanjut, KH Muhamad Taufik menjelakan bahwa setiap orang pasti ingin mendapat keselamatan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, carilah kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia sebagai bekal di akhirat. Karena, sesungguhnya akhirat itu kekal.

Acara ditutup dengan sesi Tanya jawab. Para peserta pengajian cukup antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan cukup banyak pertanyaan yang diajukan. Pegawai hingga PPNPN, bahkan Kepala KPPN Liwa pun tidak ketinggalan untuk bertanya kepada K.H Muhammad Taufik. (dina_oktaria)

oleh: Media Center KPPN Liwa

Blog Attachment

Leave us a Comment