SEBARKAN SEMANGAT ANTI KORUPSI, KPPN LIWA ADAKAN PENYULUHAN ANTI KORUPSI

Sebagai bagian dari upaya kampanye anti korupsi, KPPN Liwa menggelar penyuluhan anti korupsi. Penyuluhan ini dilaksanakan di sela-sela acara Training Aplikasi SAKTI dan Mekanisme GUP Kartu Kredit Pemerintah pada Kamis, 5 September 2019. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh para Bendahara dan Operator Satuan Kerja mitra kerja KPPN Liwa. Bertindak selaku pemateri adalah oleh Kepala Seksi Bank KPPN Liwa, Hari Endang Nugrahanti yang telah mengikuti diklat Penyuluh Anti Korupsi yang diselenggarakan di Jakarta oleh Biro SDM bekerja sama dengan KPK.

Dalam acara tersebut Narasumber menyampaikan secara garis besar kerugian yang diderita Negara akibat tindak pidana korupsi dan hal tersebut patut digarisbawahi karena kerugian negara akibat korupsi dana APBN selama 12 tahun terakhir yaitu antara 2001-2012 estimasi kerugian negara akibat korupsi adalah sebesar 40% dari dana APBN atau setara dengan 168 T yang dinikmati oleh 1.842 koruptor. Padahal apabila 40% dana APBN tersebut tidak dikorupsi maka dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam pembangunan seperti membangun gedung sekolah, memperbaiki jalan yang rusak, membiayai anak sekolah hingga jenjang sarjana, memebrukan modal bagi usaha kecil dan membangun jaringan PLN di desa terpencil. Jadi apabila tidak ada korupsi , Indonesia adalah Negara yang makmur.

Hari Endang Nugrahanti, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM pada KPPN Liwa, menekankan pentingnya nilai-nilai anti korupsi dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada 9 Nilai –nilai anti Korupsi yang pelru diterapkan dalam kehidupan sehari hari yaitu: Jujur, Disiplin ,Tanggung Jawab, Adil, Berani ,Peduli, Kerja Keras , Mandiri dan Sederhana. Nilai-nilai ini perlu kita tanamkan pada diri pribadi kita apalagi kita sebagai Aparatur Sipil Negara sudah seyogyanya setiap tingkah laku kita mencerminkan nilai-nilai yang bisa menajdi tauladan bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tentang Gratifikasi karena seringkali kita tidak menyadari apa yang kita lakukan ternyata merupakan salah satu tindak pidana korupsi karena perbuatan tersebut sering kita anggap hal yang wajar, hal yang biasa. Tindakan tersebut adalah Gratifikasi. Apa itu Gratifikasi ? gartifikasi adalah Pemberian dalam arti luas Yakni, meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Kadang-kadang pemberian itu diberi label sebagai ucapan terima kasih. Untuk itulah maka KPPN Liwa dalam memberikan layanan kepada para mitra kerja menerapkan layanan yang “Gratis” tanpa imbalan dalam bentuk apapun.

Di akhir sesi, Hari Endang Nugrahanti mengajak satuan kerja selaku peserta kegiatan untuk mulai membudayakan sikap Anti Korupsi dengan sama-sama menyerukan kalimat “No Korupsi” sebagai bentuk komitmen untuk tidak akan melakukan korupsi dalam kondisi dan bentuk apapun.

Leave us a Comment