KPPN Liwa Serahkan DIPA 2016

liwa_fgd

Kepala Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) Liwa Suparyanto S Liwa menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 kepada para kuasa pengguna anggaran Satuan Kerja di Lampung Barat.

DIPA tersebut diserahankan secara simbolis oleh Kepala KPPN Liwa kepada Kapolres Lambar dan Dinas Pertanian, disaksikan oleh Bupati Lambar Drs. Hi. Mukhlis Basri M.M., dan kepala bagian umum kanwil DJPB Provinsi Lampung di Kantor KPPN Liwa, Senin (21/12).

Dalam laporannya Kepala KPPN Liwa Suparyanto S mengatakan, proses penerbitan dipa TA 2016 merupakan tahap akhir dari seluruh proses penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016, berkaitan dengan itu DIPA Tahun 2016 disusun berdasarkan peraturan presiden No.137 Tahun 2015 tentang rincian APBN Tahun 2016 sebagaimana diamanatkan dalam UU No.14 Tahun 2015 tentang APBN TA 2016.

Menurut Suparyanto, penyerahan DIPA merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN tahun 2016 yang diserahkan untuk satuan kerja kementerian negara/lembaga di Lambar berjumlah 35 DIPA dengan nilai sebesar Rp.190,056  miliar yang terdiri atas DIPA kewenangan satuan kerja tugas pembantuan (TP) 6 DIPA dengan nilai Rp. 16,84 miliar dan DIPA kewenangan satuan kerja instansi vertikal (KD) berjumlah 29 DIPA dengan nilai Rp173,22 miliar.

“Khusus untuk DIPA dana transfer ke daerah dan dana desa merupakan DIPA Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (DIPA BUN) yang disahkan berdasarkan Perpres No.137 Tahun 2015 tentang rincian APBN 2016, sebagai dasar penyaluran dana transfer ke daerah dan dana desa kepada pemerintah daerah, anggaran dana transfer ke daerah dan dana desa untuk Lambar dan Pesisir Barat ditetapkan sebesar Rp1.631,64 triliun,”ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan,  DIPA ini sangat penting dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan di Lambar, untuk itu DIPA sebagai pedoman dan acuan mengenai anggaran masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“penyerahan dipa yang dilakukan pada hari ini dengan maksud agar sejak pertama hari kerja tahun 2016 mendatang, diharapkan seluruh satuan kerja dapat memulai kegiatan di SKPDnya masing-masing untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, terdapat hal-hal baru dalam APBN 2016, yaitu untuk pertama kalinya pemenuhan anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari belanja negara dan mempertahankan pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara. target percepatan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur, pengurangan kesenjangan antara lain melalui perluasan coverage program keluarga harapan, menjaga kesejahteraan aparatur Negara terkait dengan gaji ke-14, alokasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN 2016 mendekati anggaran kementerian/lembaga.

Leave us a Comment