BELAJAR MEMBANGUN ZI MENUJU WBK, PN LIWA ADAKAN STUDI BANDING KE KPPN LIWA

Dalam rangka mensukseskan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2019, Pengadilan Negeri Liwa melaksanakan kegiatan studi banding ke KPPN Liwa pada hari Jumat, 14 Juni 2019. Kegiatan studi banding Pengadilan Negeri Liwa tersebut diwakili oleh Ibu Vivi Purnamawati, S.H., M.H.selaku Wakil Ketua Pengadilan Negeri Liwa. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh KPPN Liwa selaku unit kerja yang telah memperoleh predikat WBK dan sedang diusulkan untuk mengikuti penilaian pembangunan ZI menuju WBBM pada tahun 2019.

Kegiatan studi banding utamanya bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka pembangunan ZI menuju WBK/WBBM, yang dimulai dengan pembentukan Tim Kerja, pemenuhan dokumen pengungkit, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kegiatan sharing session yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh KPPN Liwa pada tanggal 26 Maret 2019 yang bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri Liwa. Pada kegiatan sharing session tersebut, telah disampaikan materi pengenalan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM kepada seluruh pejabat dan pegawai di lingkup Pengadilan Negeri Liwa sebagai unit kerja yang akan diusulkan untuk mengikuti pembangunan ZI menuju WBK/WBBM pada tahun 2019.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014, Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tahapan pembangunan Zona Integritas terdiri dari 2 hal utama, yakni Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dan Proses Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas merupakan deklarasi/pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal, mengawasi, dan berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi khususnya di bidang pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sementara itu, proses pembangunan Zona Integritas merupakan tindak lanjut pencanangan yang telah dilakukan oleh pimpinan instansi pemerintah. Proses pembangunan Zona Integritas difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat konkret. Penilaian terhadap unit kerja yang diusulkan untuk mendapatkan predikat WBK menggunakan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang memuat indikator pengungkit dan indikator komponen hasil.

Pada kesempatan studi banding tersebut, Ibu Vivi Purnamawati, S.H., M.H. selaku perwakilan unit kerja Pengadilan Negeri Liwa mendapatkan kesempatan untuk meninjau secara langsung jalannya pelayanan yang diberikan oleh para pegawai KPPN Liwa di ruang Front Office yang seluruhnya sudah berbasis teknologi informasi. Layanan yang diberikan oleh KPPN Liwa berlangsung dengan cepat dan tanpa dipungut biaya. Kepala KPPN Liwa menjelaskan alur proses layanan KPPN Liwa sesuai dengan banner yang terpasang di ruang layanan. Banner alur proses layanan sangat penting ditempatkan di ruang layanan supaya para pengguna layanan dapat mengetahui proses pelayanan dari awal sampai akhir. Selanjutnya, Kepala KPPN Liwa menjelaskan tentang standar pelayanan KPPN Liwa untuk memberikan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik. Standar pelayanan ini juga sangat penting sebagai acuan dalam penilaian ukuran kinerja dan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Kepala KPPN Liwa juga menjelaskan sarana dan prasarana yang ada di ruang layanan guna mendukung kelancaran jalannya proses layanan. Seluruh sarana dan prasarana yang ada semata-mata disediakan untuk kelancaran dan kenyamanan proses layanan. Beberapa sarana dan prasarana yang disediakan KPPN Liwa di ruang layanan di antaranya digital banner dan Pojok Mandiri Satker. Digital banner merupakan media informasi bagi satker yang berisi pengumuman dan informasi layanan yang ditampilkan secara elektronik. Hal ini juga untuk mendukung program Perbendaharaan Go Green guna mengurangi penggunaan kertas sebagai media komunikasi dan informasi bagi satker selaku pengguna layanan. Pojok Mandiri Satker merupakan meja khusus bagi para pengguna layanan yang telah dilengkapi dengan komputer yang telah tersambung dengan jaringan internet. Pojok Mandiri Satker juga dilengkapi dengan printer, scanner, fotokopi, serta ATK. Adapun setiap perlengkapan yang ada di Pojok Mandiri Satker dapat digunakan secara gratis oleh para pengguna layanan.

Kegiatan studi banding kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Kepala KPPN Liwa atas hal-hal yang telah dilakukan KPPN Liwa dalam rangka pembangunan ZI menuju WBK/WBBM. Kepala KPPN Liwa menjelaskan berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh seluruh punggawa KPPN Liwa. Inovasi-inovasi yang dikembangkan tidak harus berbasis teknologi informasi. Hal yang terpenting dari adanya inovasi tersebut adalah manfaat yang diberikan bagi para pengguna layanan dan dapat mempercepat proses layanan. Inovasi yang dikembangkan oleh unit kerja merupakan komponen penilaian yang ada pada hampir seluruh komponen pengungkit pembangunan ZI menuju WBK/WBBM sehingga unit kerja diharapkan dapat mengembangkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi para pengguna layanan. Inovasi-inovasi tersebut hendaknya tetap mengedepankan nilai-nilai lokal (local value) utamanya dalam hal penamaan. Seperti inovasi-inovasi yang telah dikembangkan oleh KPPN Liwa, di antaranya SIGER KPPN Liwa (Sistem Notifikasi Terintegrasi Satker KPPN Liwa), SAI BETIK (Sapaan Pagi Berkah dan Simpatik), SEKURA BETIK (Serial Edukasi Keuangan Negara dan Berita Terkini), TAPIS (Tanpa Penyampaian Informasi Saldo Rekening), dan KOPI LIWA (Konfirmasi Penerimaan Negara Melalui Whatsapp). Selain inovasi layanan, Kepala KPPN Liwa juga menekankan pentingnya publikasi untuk membangun corporate image atas informasi layanan dan berbagai kegiatan unit kerja pada berbagai media seperti website, Instagram, dan Facebook. Hal ini juga sebagai bagian dari upaya keterbukaan informasi publik. Para pengguna layanan akan sangat terbantu dengan adanya publikasi informasi layanan di berbagai media.

Secara umum, pelaksanaan kegiatan studi banding berjalan dengan baik. Ibu Vivi Purnamawati, S.H., M.H. selaku perwakilan unit kerja Pengadilan Negeri Liwa menyampaikan bahwa penjelasan dari KPPN Liwa sangat bermanfaat serta menyampaikan ucapan  rasa terima kasih kepada Kepala KPPN Liwa atas kesempatan studi banding yang telah diberikan. Terdapat banyak hal positif dengan adanya kegiatan studi banding tersebut guna mensukseskan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM pada unit kerja Pengadilan Negeri Liwa ke depannya. Diharapkan kerja sama adalah hal pembangunan ZI menuju WBK/WBBM dapat terus berlanjut. (Aryo Wicaksono – Media Center KPPN Liwa)

 

Blog Attachment

Leave us a Comment